Ketika mencari sebuah ketenangan

Lazimnya apakah yang dicari manusia??

Detik, Menit, Jam, hingga hari yang kadang dihabiskan tanpa di sadari.

Selalu menghantui setiap orang saat ini dengan hiruk pikuknya rutinitas keseharian.

Kesibukan menenggelamkan orang dalam pusaran waktu,

Tuntutan, tanggung jawab, dan beban hidup sudah menjadi bagian hidup setiap orang.

Lelah, jenuh, frustasi, hingga penat selalu menghantui.

Apa yang salah dengan semua itu? Ketika semua orang membuka mata, hingga kembali mengistirahat mata. Pikir dan akal budi sudah bergegas berjalan kemana-kemari.

Setiap orang akan berharap akan mendapatkan waktu mereka kembali?

Namun apa itu bisa dan untuk apa?

Ditengah himpitan pekerjaan yang menanti, dan ledakan di benak kita yang di cari adalah sebuah “KETENANGAN”

Kenapa harus ketenangan?

Jawaban kadang ingin dilakukan di arus lalin kehidupan yang terkendala untuk di realisasikan.

Tenang bisa berarti bagi setiap orang, ada yang menganggap :

Mencari ketenangan dengan menikmati waktunya sendiri (mendengarkan lagu, menonton drama/movie, membaca, dll),

Tenang bisa juga menghabiskan waktu dengan orang yang berharga (hangout dengan teman, girls talk, dll)

Tenang bisa berarti secara harafiah dekat dengan pencipta

Tenang bisa berarti mencari keseimbangan dari semua aktifitas yang dilakukan.

masih ada banyak arti ketenangan yang bisa didapat, misal dari pekerja yang sangat sibuk. Menikmati waktu sejenak dengan tidak melakukan pekerjaan, dan mendapat waktu istirahat dengan layak.

Padat dan tuntutan yang selalu berdatangan, jika tidak di siasati dengan mencari sebuah ketenangan maka itu sama saja bohong.

Kita harus jujur dengan diri sendiri, jika sudah lelah coba melihat tanda-tanda yang muncul.

Jika sudah tahu tidak ada salahnya mencari sebuah balance dalam hidup ini.

Mau dengan cara apa, sempatkan waktu sejenak dan buat diri kita sendiri sebuah apresiasi dengan segala yang sudah dilakukan.

Coklat Anti Stress??
Coklat Anti Stress??

Itulah cara menikmati hidup dengan mencari sebuah ketenangan baik secara lahiriah dan batiniah 🙂

Ini refleksi yang bisa kita lakukan dan selamat berakhir pekan.

Tak ada yang lebih indah dengan saling belajar dan berbagi

Cheers,

Janice

Advertisements

Problematic Dunia Kerja

Bolehlah saya sejenak, menyapa kembali untuk menyegarkan ingatan dengan tulisan saya.

Melihat keadaan saat ini, mencari pekerjaan menjadi dilematis bagi semua yang sudah lulus, ataupun yang sudah memiliki pengalaman.

Namun sudahkah kita sudah melihat sisi lain dalam mencari sebuah pekerjaan itu?

Dunia Kerja??
Dunia Kerja??

Ingin sesekali saya bersenandung dari hati saya,

Pasti banyak berpikir apa sih maksud author?

Banyak sekali luapan ide yang ada di benak, terkadang bingung bagaimana menuangkannya kedalam sebuah rangkaian kata. Kali ini saya mau membahas hati kita yang bimbang ketika akan melangkahkan kaki ke dunia kerja.

Mari kita melihat bersama seberapa besar lowongan yang ada akhir-akhir ini “Dibutuhkan staff marketing, dll ….. “. Apa yang terbesit dalam benak kita membaca hal tersebut? Marketing oh no?

Ya itulah stereotype yang kita miliki biasanya ada hal yang negative, apakah selalu seperti  itu? Adakah hal positive didalamnya?

Saya akan ambil contoh kecil yaitu sebuah perusahaan pialang memang memiliki tantangan tersendiri di dalamnya, mulai dari apa saja? Pertama diri anda apa sudah mengganti mindset anda bahwa perusahaan itu berbahaya menjadi saya sanggup bekerja di bidang apa saja. Bisa dikatakan kita harus lebih fleksibel terhadap diri kita. Bagi orang awam yang tidak mengerti kenapa sih saya harus seperti itu? Ya pekerjaan fantantis ini dapat memanjakan anda dalam hal insentif dan penghasilan yang anda akan peroleh. Namun, apa yang bisa kita capai tanpa kerja keras untuk memperoleh hal yang setimpal. Banyak diantara kita sudah mundur saat mengajukan atau berpikir bahwa akan susah jika berkecimpung dalam lahan tersebut. Ketika saya memiliki banyak relasi yang menceritakan pengalaman mereka dan siapa mereka, ada beberapa dari mereka yang lulusan SMA, putus kuliah, bahkan sudah memiliki sebuah title sarjana. Apa ada pengaruhnya, saya bilang seberapa luas pergaulan yang anda miliki dan pastinya ada pembelakan materi dari para manager yang akan menjelaskan bahkan dengan sigap akan membantu kita. No worries lah kadang kita berpikir jika berkecipung dalam hal ini susah karena saya tidak pandai berbicara atau tidak mengenal produk. Jika kita melihat bagaimana hasil yang kita inginkan kita memasang goal didalamnya.

Kedua yang menurut saya penting yaitu kenali diri anda terlebih dahulu, barulah kenalilah orang lain. Ada kalanya mengenal diri kita menjadi hal terpenting dalam melakukan pekerjaan apapun, jika kita tahu kelemahan dan kekurangan diri kita bukankah menjadi lebih baik. Kita tidak perlu malu dengan kekurangan yang kita miliki namun mengasah kekurangan yang kita miliki menjadi tombak pedang kita dan menjadikan kelebihan kita menjadi pelengkapnya dalam berperang. Selama kita paham akan diri kita, maka kita akan percaya diri dengan siapa diri kita. Tak ada salahnya kita meminta masukan mengenai siapa kita pada orang terdekat kita.

Hal ketiga yang menarik sebagus apapun perusahaan yang kita jalankan, fasilitas yang sudah diadakan untuk kita namun “hati” kita tidak ada disana. Semua itu akan menjadi omong kosong belaka. Ingat siapa yang memutuskan untuk basah disana? Itu adalah keputusan kita, benar itu keputusan kita namun kembali apa anda sudah merasuk menjadi satu dengan pekerjaan anda. Seberapa berat ataupun susahnya jika kita sudah menjadi satu dan hati kita mengatakan nyaman maka tak perlu ada di khawatirkan. Jika kita dari awal hanya memikirkan berapa penghasilan yang saya terima nantinya, maka mari kita perlahan berfikir. Mana yang lebih enak saya bekerja untuk di gaji, atau saya mencintai pekerjaan saya dan besarnya gaji mengikuti apa yang sudah kita hasilkan. Semua itu kembali ke kita, mau menjadi orang yang hanya berpikir pokoknya saya digaji, atau gaji akan mengikuti apa yang kita hasilkan.

Saya mendapat sebuah masukan banyak dari orang-orang luar bisaa ini, yang sedikit menampar saya, mau apapun yang kamu lakukan semua kembali ke diri kita. Apapun keputusan itu saya mendapat banyak hal dari situasi yang saya rasakan adalah suasana religi, nasionalisme bahkan kekeluargaan yang tidak dapat tergantikan. Rekan sekalian, saya membuat ringkasan pendek ini untuk kita semua yang sedang dalam masa pencarian kerja, dan ketika ingin memutuskan langkah apa yang kita pilih dalam karier kita.

Bisa kita ingat, kita yang tahu seberapa kapasitas yang kita miliki, kitalah yang membuat keputusan itu, dan kita yang menjalaninya.

Semoga rekan sekalian dengan membaca hal ini dapat mendapat suatu berkah tersendiri bagi yang sedang dalam kebingungan, ataupun dalam kesulitan dalam mengambil keputusan. Ingat semua usaha kita tak terlepas dari Allah. Sehingga kita bisa berusaha, namun Allah kita yang menentukan dan menggariskan yang akan terjadi diri kita.

Hidup tidak pernah lepas dari perubahan dan pembelajaran, alangkah indahnya jika kita dapat saling belajar dan sharing satu sama lain sehingga wawasan kita semakin terbuka. Learning and sharing together always.

Salam sejahtera,

Kwe Elizabeth Janice Widjaja, S,Psi.